Liburan LiburanRangkuman praktis dan ulasan ringan untuk keseharian.
travel

Liburan Tersembunyi di Seram Timur: Tiga Tempat yang Jarang Diketahui

Jelajahi tiga destinasi tersembunyi di Seram Timur yang masih alami dan sepi pengunjung. Cocok untuk traveler hemat yang cari pengalaman autentik.

2 May 2026 · 2 menit baca · oleh Octavia Maharani Gunawan
Liburan Tersembunyi di Seram Timur: Tiga Tempat yang Jarang Diketahui

Tinggal di Seram Timur selama beberapa tahun memberi saya kesempatan menemukan spot-spot liburan yang jarang terjamah. Berbeda dengan destinasi wisata mainstream, tempat-tempat ini menawarkan ketenangan dan keaslian yang semakin langka. Dari sekian banyak lokasi, ada tiga yang paling berkesan dan bikin saya pengen balik lagi.

Air Terjun Wai Sila: Segarnya Kolam Alami

Pertama kali mendengar tentang air terjun ini dari warga lokal. Letaknya di Desa Waisala, sekitar dua jam perjalanan dari kota. Jalannya memang agak berbatu, tapi jangan khawatir, motor matic pun bisa nyampe kok. Yang bikin spesial, air terjun setinggi 15 meter ini punya kolam alami warna hijau toska yang jernih banget.

Saya sempat berenang sebntar meski airnya dingin. Suasana sekitar benar-benar menenangkan, cuma ada suara air jatuh dan kicau burung. Tidak ada tiket masuk resmi, cuma bayar parkir sukarela. Warga bilang tempat ini masih sepi karena aksesnya yang kurang dikenal.

Pantai Nusarua: Pasir Putih dan Snorkeling Dangkal

Dari air terjun, lanjut ke Pantai Nusarua yang cuma 30 menit perjalanan. Pantai ini tersembunyi di balik tebing karst dengan pasir putih halus. Yang bikin saya suka, ombaknya tenang banget dan airnya bening. Cocok buat snorkeling melihat ikan-ikan kecil di terumbu karang dangkal.

Ga ada warung atau penginapan di sini, jadi bawa bekal sendiri. Pas saya kesana, ketemu nelayan lokal yang baik hati. Dia ngajakin lihat spot-spot ikan warna-warni. Sepanjang hari cuma ada saya dan suara ombak, rasanya kayak punya pantai pribadi Catatan paralel ada di liburan hits.

Kampung Adat Rohomoni: Menyentuh Budaya Asli

Terakhir, saya mampir ke Kampung Adat Rohomoni di lereng bukit. Desa tradisional ini masih mempertahankan rumah panggung kayu dan adat istiadat turun-temurun. Yang menarik, warga sini masih memproduksi kain tenun khas Maluku dengan teknik tradisional.

Saya diajak melihat proses pembuatannya dan akhirnya beli satu lembar sebagai kenang-kenangan. Berbeda dengan suvenir pabrikan, kain tenun disini bener-bener handmade dengan motif unik. Interaksi dengan warga lokal memberi pengalaman liburan yang jauh lebih bermakna.

Ketiga tempat ini membuktikan Seram Timur masih punya banyak hidden gem yang belum terekspos. Buat yang penasaran dengan potensi wisata Maluku lainnya, bisa cek halaman pariwisata Maluku di Wikipedia. Ga perlu budget gede, yang penting ada kemauan eksplor dan rasa ingin tahu. Percayalah, pengalaman liburan di tempat-tempat seperti ini jauh lebih berkesan dibanding destinasi wisata yang udah terlalu ramai.

Pemandangan air terjun alami di Seram Timur dengan kolam hijau toska

Catatan: sumber resmi

Tag: #liburan tersembunyi #wisata alam #Seram Timur #backpacker